Showing posts with label Cirebon. Show all posts
Showing posts with label Cirebon. Show all posts

Tuesday, June 25, 2013

Happy Eid Mubarak, Yet?

No comments:

This year's Lebaran will be slightly different from previous ones.
Yea I went mudik already. To Cirebon, of course, where else?

Turns out that the other families of my big family had already planned their own Lebaran trip and won't possibly come to Cirebon during the holiday. So why bother coming, my family thought?

But we have to.
Every year, we have to.

So yea last weekend, the weekend I supposed to have at home, celebrating my first joyful weekend after spending my first occupied week working, sitting-by-the-desk-doing-nothing-kind-of working, I went on a road trip instead. Like a "pay in advance" kind of trip.

At first, got to be honest -and dad, please don't be mad yet,
I was totally bummed and hoped that I could skip the trip.
But one thing led to another, and eventually,

I enjoyed the trip.

The whole trip was set just like we were having the real ones. By car, shifting in driving -and yea, I got the least portion of the shift, drifting through the same roads and streets we usually passed, overall, the ambient, the euphoria, it was all, all the exact same with Lebaran days.

What made it memorable was the culinary trip. We never miss the signature dishes Cirebon has, and those dishes never fail my tummy. So we had ayam bahagia, nasi jamblang, mie koclok and some nice Sundanese meals for lunch before heading home. Damn I'm hungry.

So yea, that's how we eat. You pick what you like, and pay at the end. And it's so cheap :')

But you know what, the best part is not yet to be told. Well I'm telling now.

Long ago, before my grandma passed away, we always stayed in this hotel named Cirebon Plaza. After her funeral, grandpa built a small house near the graveyard and forced us the whole family to anually stay there during Lebaran. But things changed quiet much lately, and we tend to celebrate Lebaran in Jakarta more often.

But for this trip, my mother booked rooms on the hotel. The. Hotel.
We were all so excited, it's been a while since the last time staying there.
It rebuilt the memories of my childhood, with my brothers, cousins, everyone.




God. I'm a little bit carried away typing these stuff.

It kinda broke my heart seeing grandma's tomb yesterday.
Knowing that this Lebaran, I can't pay her a visit.

I know I paid her in advance, as I said.

But still...

Sunday, August 26, 2012

The Local Battlefield

5 comments:

"Tapi kenangan yang gue lewatin menjelang,
selama dan pasca Lebaran nya itu tuh..."



Yes! Menindaklanjuti quote gue itu, gue masih punya satu cerita yang macho banget buat dibagi. Anyway, it's macho like literally.

Gue kan mudik ke Cirebon. Selesai dari kota gersang nan panas membara itu, keluarga gue sama sepupu gue mau lanjut ke Bandung. Emang dadakan sih, dan mental juga udah siap kalo gak dapet hotel. Jadi daripada berharap banyak, rencana kita di Bandung paling cuma nongkrong bentar trus caw.

Nah di perjalanan, di daerah Tomo, mobil menepi di swalayan. Pengen nambah stok cemilan sama minuman gituloooh. Jadi gue, adek gue yang gede sama bokap turun buat belanja belanji. Gak lama, sepupu gue nyusul buat laporan kalo ternyata mobil kita 'dicium' sama mobil sebelah yang baru mau mundur.

Situasi mulai memanas. Sepupu gue gak terima, dia udah minta ganti rugi -padahal nih ya, mobil gue kagak lecet samsek- plus nyita STNK plus ngajakin hengot di kantor polisi terdekat. Si sopir udah pasrah aja gitu, mau dipukul juga silahkeun. Nah disini nih, mulai deh warga sekitar yang kepo dan sok ikut campur berdatangan.

Ada nih satu bocah berbaju putih -yang selanjutnya akan disebut dengan istilah 'tengil'- yang emang tengil banget. Bukan siapa-siapa tapi sok ngatur. Nah sepupu gue yang emang lagi emosi, gak suka nih ama tingkah si tengil. Jadilah kita yang tadinya udah siap meluncur ke kantor polisi, berenti lagi dan sepupu gue turun nyamperin si tengil dan langsung dijotos men!

Gue udah susah payah nih cuy ngelerai mereka, eh adek gue yang gede tiba-tiba udah muncul aja di arena pertarungan, pukul-pukulan sama si tengil. Ketika lagi sibuk melerai adek gue dan si tengil, dari kejauhan terdengar lagi keramaian yang baru. Ternyata adek gue yang cilik lagi gebuk-gebukan sama seorang bapak dongo berbaju biru yang beraninya ama bocah.

Wah gela seru parah. Gue udah narik sepupu gue balik ke mobil, trus lari buat narik adek gue, eh sepupu gue mulai berantem lagi. Gue narik adek gue yang gede, eh adek gue yang kecil turun lagi. Gitu-gitu aja mulu cem ngangon anak ayam. Mana mereka kebon binatangnya keluar semua kan. Untung gue imbangi dengan menyebut nama Allah supaya kami semua dilindungi dan pertengkaran itu diridhoi.

Yang kubu sananya juga makin riuh. Udah sampe ambil batu segala kan. Untung dari merekanya juga ada yang ngelerai, semacem gue nya gitu. Sampe akhirnya adek-adek gue udah pada masuk, nyokap turun dan sepupu gue ditampar baru selesai semuanya. Maap-maapan dulu, minal aidin abis lebaran trus STNK si sopir -sumpah ye, dia yang salah nyerempet mobil kita malah dianya yang sehat wal afiat kagak ikutan berantem- dibalikin dan kita melipir pergi sebelum itu warga manggilin konco-konconya.

Ahhhh gak nyangka adek-adek gue petakilan begitu. Kalo gue kena pukul, mungkin gue bakal ikutan. Tapi gue anaknya gaenakan sih. Sebenernya mau-mau aja gue ikutan berantem, tapi gimana ya, ngeliat tiga sodara gue itu udah turun tangan, kalo gue ikut-ikutan kan kasian bokap kerjaannya banyak fuufufu. Sumpah itu bukan alesan doang yeeee.

Yassalaam, jadi banyak banget kan tulisannya. Semoga dibaca deh ya, gue sendiri bingung gimana cara motong ceritanya biar gak jadi tulisan semua. Tapi ini udah summary nya banget kok, kalo dijabarin ampe detil bisa meledak blog gue.

The thing is, now I know that my brothers are worth to be counted on.
Yea yea, know I'm the eldest but so what if I have 'em got my back?

Nothing wrong, eh?