Saturday, June 30, 2012

Totally Lost

No comments:

The latest post about Euro,
I was still confused choosing which team to support.
Either Netherlands, Germany or Spain.

Then the Netherlands kicked out early.
German troops were shooed away by Italy.

Dutch's sadness comes from here and German's misery belongs to here

It's down to Spain.
But I'm not so psyched.
I'm just too sick seeing Torres.

But Italy beat Germany.
I can't see them win the cup.

But Spain has Torres...
But Italy stopped Germany...

Yea well, I'm lost.
Who cares, for crying out loud.
It's not my national team anyway

Thursday, June 28, 2012

Note Two: Been Better

7 comments:
Day Nine

I finally found my rhythm on that office. Dealing with daily clipping by the morning, going out for lunch break, then hunting for assignments from my bosses 'till going home. I know I crave for something bigger, but this is enough for a start.

It's been an up-and-down couple of days, actually. Last week I obtained many information about the aspect's working flow, went to the agency to see how agent and client work, and received some tasks. But by Monday, I faced another unemployment line. Sigh that was the worst day ever.

But since after, everything had gone better and better. The chief editors started to trust me. They gave me more articles to edit on Tuesday, more press releases to convert on Wednesday and the best one happened today when they gave me more pages to design and more preface to extract. And they seemed satisfied with my work -hopefully, hopefully... Bu Rini even said that the foreword I made was so good that she sent that right away to the one requested that. This was a blast, thank o Allah!

To make it even better, my silly high school friends came during the lunch break. Ocit and Sindy came first and since the others were just too late, I happened to meet and have meal just with them. Too bad I could only spend half an hour with these people.

One more thing, I mingled quiet well with my colleagues. Well, that's them actually, who's been so funny and kind to me. Those clowns are Pak Daud, Kak Bagus, Mbak Yanti, Bu Riany, Febby and Pak Wendi.

Seriously, they make the office ambient felt so un-office-ish. Sooner when I have time, and their photos, I will tell more about them.

Well, it's one day and four weeks left already.
Things surely zapped faster when I enjoyed things.
Hopefully, I keep feeling this 'till the end of my intern.
And I keep having tasks to do too

Wednesday, June 27, 2012

Simplicity, A Part of My Itinerary

No comments:

Akhir-akhir ini, entah kenapa, gairah travelling gue sedang membuncah. Apalagi jalan-jalan ke luar negeri. Ngeliat banyak maskapai penerbangan yang lagi pada gencar-gencarnya ngadain promo tiket pesawat murah di internet, ini tangan rasanya udah gatel pengen asal klik beli itu tiket padahal gatau kapan berangkatnya, gatau dimana mau nginepnya. Tapi yang paling krusial adalah, gatau gimana cara bayar tiketnya.

Belum lagi masalah uang buat di tempat tujuan nantinya. Mau bawa cash berapa, mau minjem ke siapa kalo kekurangan, mau nyimpen dimana kalo kelebihan. Itupun di dalem negeri. Kalo di luar??

Masalah-masalah semacem itu yang bikin gue suka ngurungin niat buat jalan-jalan. Informasi promo penerbangan yang masuk ke email atau SMS pun jadi nggak pernah gue gubris.

Tapi itu dulu. Jaman dulu banget, sebelum gue tau kalo ada sebuah media perbankan yang bisa bantu gue ngurusin segala keribetan masalah uang.

http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/12/06/26/m67w3f-bca-asuransikan-atlet-olimpiade-ri

Adalah BCA, dengan terobosan website resmi mereka yang terbaru, www.bca.co.id, yang bikin gue bisa ngatur strategi buat ngurusin uang-uang kesayangan gue sebelum, selama, dan sesudah jalan-jalan.

Konsep utama website itu adalah memberikan solusi perbankan bagi para nasabah yang macem-macem jenisnya, mulai dari nasabah individu, nasabah pebisnis sampe nasabah korporasi yang mau jadi mitra BCA. Semua pertanyaan dan jalan keluar bagi para nasabah yang kebingungan dipaparkan secara jelas dan lengkap di situs itu.

Nah buat gue dan hasrat travelling gue yang baru tumbuh itu, “financial guideline” ini cocok banget buat ngebantu gue nyusun rencana masa depan perjalanan-perjalanan gue…

… Mulai dari online booking tiket penerbangan.

Insightnya, step yang paling nyebelin buat remaja-remaja tanggung macem gue kalo lagi booking sesuatu, apalagi tiket pesawat, adalah bagian pembayaran. Karena masih belom dipercaya buat megang kartu kredit, kami pun bingung harus berbuat apa. Kalo mau nebeng kartu kredit orangtua, harga tiket bisa jadi hambatan. Walaupun bayar pake tabungan sendiri, kalo harga tiketnya dirasa terlalu foya-foya, ya pasti nggak boleh beli.

Buat ngakalin ini, gue bakal minta temen gue, sepupu gue, dosen gue atau siapa kek yang udah punya kartu kredit sendiri buat bayarin booking tiket gue. Nah buat ganti uang mereka, gue gak perlu repot-repot ke ATM apalagi ke bank buat ambil uang trus balikin ke mereka.

BCA, melalui ATMnya yang dahsyat itu, punya fasilitas pembayaran kartu kredit yang bukan cuma kartu kredit BCA aja, tapi juga kartu kredit bank-bank lain. Okenya pake layanan perbankan yang satu ini adalah, beda kayak proses transfer yang cuma nambahin saldo uang mereka, fasilitas ini secara otomatis ngelunasin jumlah uang tiket yang dibayarin temen gue pas tagihannya udah keluar.

Intinya, selain bisa dilakukan kapan aja karena akses pake ATM bisa 24/7 plus efisien dan gak perlu ngantri panjang, kita juga nggak bikin repot orang-orang baik yang udah nalangin tiket kita itu buat bayar tagihan mereka karena kita sendiri yang udah ngelunasin itu.

… Ngatur uang selama di tempat liburan.

Kadang liburan juga butuh mikir. Terutama mikirin arus keluar masuk uang dari dan ke dompet. Apa yang udah direncanain sebelumnya, bisa aja berubah di tengah-tengah jalan karena nemu kebutuhan lain yang menggoda banget buat dibeli.

Tapi yang kayak begini nggak jadi masalah yang begitu besar sih buat gue karena gue adalah salah satu nasabah BCA. Kalo uang gue kurang, tinggal pergi ke ATM aja nanti. Mesinnya ada di mana-mana, jadi gampang nyarinya. Nah kalo ternyata uang yang gue ambil kebanyakan, daripada ludes karena dipake terus-terusan buat jajan, gue bisa setor lagi karena BCA punya fasilitas transaksi setor lewat mesin ATM.

Tapi yang paling oke, ngawasin uang di rekening ternyata gak mesti ke ATM atau teller loh. Tinggal pake fasilitas M-BCA, SMS BCA dan Klik BCA, kalo nanti kebetulan lagi males gerak gue bisa transaksi dimana aja dan kapan aja dengan mudah pake produk-produk perbankan itu. Udah nggak perlu ngantri, bisa diakses pake smartphone pula. Indah banget kan liburan macem itu.

… Sampe buat belanja sama makan-makan

Gini, gini… Pengaturan uang aja, yang mestinya bikin ribet dan susah banget buat ditahan, bisa diatasin sama fasilitas-fasilitas BCA. Nah, bagaimana dengan fase foya-foya nya? HOHOHO tentu saja segala urusan pengeluaran uang akan dipermudah.

Misalnya pake debit BCA. Ini mesinnya tersebar dimana-mana, sampe ada di puluhan ribu merchant. Udah gitu praktis nggak pake kembalian. Segala transaksi juga tercatat. Jadi kalo misalnya nanti gue pas udah kerja tiba-tiba harus ke suatu tempat buat dinas, segala pembayaran bisa dengan mudah ditagih ke kantor *tawa licik*

Gapunya debit? Jangan panik, kan ada Flazz. Nggak ada minimal transaksi, tinggal tempel kartunya di mesin dan wuzz! Kebayar sudah semuanya. Kalo saldonya abis, top-up nya juga gampang. Dan yang bikin kartu ini makin mumpuni adalah, berbagai lini bisnis bisa dituntasin pembayarannya cuma pake satu kartu aja.

Atau kalo nanti tengah malem gue pengen belanja snack buat di hotel sekaligus narik uang lagi, tinggal pake tunai BCA aja. Pertama, nggak perlu ke ATM jadi hemat waktu. Dan kedua, nggak ada biaya tambahannya.

Trus kalo gue jalan-jalan ke luar negeri, tinggal serahin semuanya ke kartu kredit BCA. Tinggal gesek sana, gesek sini, tenteng belanjaan, masuk restoran, gesek lagi, asalkan nanti pas tagihannya muncul bisa dibayar, tinggal tanda tangan aja di struk, maka bereslah proses pembayaran. Belum lagi kalo ada promo… Fyuh, kemudahan transaksi yang kayak begini nih yang bisa bikin gue kalap kalo lagi jalan-jalan haha.


Mantep banget gak sih? Semua layanan ini ngasih gue pilihan yang solutif sekaligus ngejanjiin kebebasan finansial yang praktis. Intinya, gue jadi lebih fleksibel mau ngapa-ngapain pake tabungan gue, tanpa harus pake perantara orangtua lagi.

http://www.veteranstoday.com/2011/06/27/monetary-revolution-and-alternative-money/

Nah, Januari nanti gue mau petualangan ke Malaysia dan Thailand sendirian. Ya, bener-bener sendirian. Seorang diri. Sebatang kara.

Tapi, kali ini perjalanan gue dibekali kartu kredit karena setelah perjalanan terakhir, baru kerasa banget kesaktiannya punya kartu kredit –walaupun minjem orang. Nah, diperkuat dengan keampuhan dari fasilitas-fasilitas lainnya, gue yakin jalan-jalan gue nanti nggak bakalan ribet.

Jadi mungkin kayaknya kalimat gue mesti diralat deh.
Perjalanan nanti, gue nggak bertualang sendirian.
I Travel With BCA Instead


P.S. : Postingan ini diikutsertakan dalam lomba "Berbagi Cerita Bersama BCA"

Saturday, June 23, 2012

'Gigs' Is a Four Letter Words

4 comments:

Konser pertama, gue udah hampir nonton. Muncul di JJF2009 sebagai special show, tapi karena mesti nambah budget, jadi ogah-ogahan. Padahal bokap udah nawarin bayarin tiketnya tapi dengan lagak sok-dewasa-gak-mau-ngebebanin-orang-tua-lagi gue itu, gue pun nolak. Gagal dengan indahnya.

Konser kedua, gak kepikiran buat nonton. Diadain tahun 2011, tahun dimana gue lagi dalam masa-masa terpuruk yang pernah gue alami, PLUS digelarnya di Bali, ehm, ga mungkin banget gue nonton.

Konser ketiga, keadaan mulai stabil. Tabungan memadai, jadwal manggungnya nggak ganggu kegiatan pribadi, dan diadainnya di Jakarta. Will I not attend this one after failed watching the first two?

Of course not!! Cause he may not coming back again.

Jason Mraz

http://id.tiket.com/jasonmraz

Yoehh, beberapa detik setelah gue baca di timeline kalo doi bakal dateng lagi, gue langsung teguhkan iman siapkan dompet buat nonton konsernya. Untung ada Derry yang mau dititipin beli tiket fuuufufufu.

Jadi 22 Juni 2012, kemaren, adalah jadwal konsernya. Open gate kata Derry jam 6 dan nyanyi-nyanyinya mulai jam 8. Inget kan kalo saya sedang magang? Nah jadi sebelum berangkat gue udah siap-siap semuanya, termasuk strategi gimana caranya gue keluar dari kantor kalo bisa lebih cepet, dan caw ke Senayan dengan efektif dan efisien.

Seperti biasa, gue cukup banyak nganggur di kantor kemaren. Abis solat Jum'at dieeeeeemm aja sampe jam 3an. Karena ngerasa kering dan gerah trus gue samperin Pak Joko dari biro internal buat ngasih gue kerjaan.  Dikasihlah gue sebuah artikel untuk diedit. Bet bet bet, beres. Nganggur lagi sampe akhirnya jam setengah 5,  setelah jiwa dan raga siap untuk siap-siap beranjak ke Senayan, gue dapet kerjaan lagi dari si bapak.

Udah was-was kan tuh, tinggal satu jam sebelum pulang dan gue harus ngedit satu artikel lagi. Dan baru mulai berapa kalimat, komputer yang gue pake dipinjem orang buat ngirim email. Muka udah nanar nih. Duduk udah resah gelisah semacem naro pantat di atas kompor.

Ketika komputer lowong, langsung gue babat itu artikel -tetap dengan ketelitian penuh dan standar profesionalitas berdedikasi tinggi tentunya- dan grabak-grubuk buru-buru keluar. Absen dulu, turun ke bawah, jalan cepat ke shelter busway, naik bis ampe halte GBK dan you know what next? Dari FX sampe JCC gue lari. Literally lari. Kegiatan melangkahkan kaki dengan kecepatan tinggi guna memperkuat otot betis. Lari.

Nyampe lapangan D, setelah menenangkan diri dan mengenyahkan ngos-ngosan, gue minta tiket dari Derry trus masuk dan gabung di antrean bareng Icha sama Resti. Ngantri bentar, body checking bla bla bla trus masuk ke venue dan mulailah prosesi menunggu seperti pada konser-konser pada umumnya.

Jam setengah 9, barulah Jason Mraz keluar. Along with his band. Riuh kan pastinya. Tapi untung orang-orang di sekitar gue nggak barbar dan gak desek-desekan. Yaa mungkin karena mau sedempet apapun juga, kita ngga bakal bisa deketin stage karena, ehm, tiketnya kelas reguler bu :')

Anyway, gue, seperti biasa, sudah siap dengan kamera membumbung di angkasa sebelum konser dimulai. Lalu pelan-pelan mereka mainin satu per satu lagunya dan pelan-pelan gue menyadari kalau suara mas Jason jernih parah. Pelan-pelan juga gue mulai males ngerekam tiap penampilan doi dan lebih milih buat ikutan nyanyi kalo lagunya gue tau dan apal, atau at least ngedengerin aja kalo lagunya gue gak tau.

Parah, dewa banget ini orang. Suaranya patut disembah -tapi tetep, Allah lah sembahan utamaku- karena merdunya bukan main. Ada satu lagu dimana dia semacem ceriosa gitu. Gue gatau lagu apa, tapi yang gue tau gue merinding pas dengernya.

Konsepnya yang bukan cuma Mraz-centered aja, tapi focus on the whole band too, bikin konser ini jadi semacem Java Jazz gitu. Orang lebih pengen berdiri anteng buat nikmatin musiknya daripada joget-joget ga keruan. Padahal tempat di lapangan D, outdoor tuh.

Setelah I Won't Give Up selesai dimainin, selesai juga konsernya. Bubaran deh orang-orang dengan tenang dan rapih dan berwajah puas tentunya. One more time, gue gak ngerasa rugi ngeluarin uang segitu.

I loved Jason Mraz's voice. And his personality too. He is funny, and more of an ice breaker. He also sang some bridge song about Jakarta anniversary, about growing older because by the next day he'll be having birthday, and some other bridge song just to connect one song to another. That guy, is brilliant.

What a show, I must say.
And hats off to you, Mr A-Z.
Thanks for coming for the third time, but
How did you know I missed your first two?

Thursday, June 21, 2012

For The Mother of Soccer, Shut Up

No comments:

So just you know, my blog will never post something like music lyrics, top news as people can easily browse from other channels, match reviews, tournament schedules and any other obtainable information.

But for this one, this news, I made an exception.

Italy 2-0 Ireland
Miejski Stadium, June 19 2012

As you all know, Italy won. Mario Balotelli scored one of the goals, on crucial time. Seconds after scoring, right before celebrating, teammate Leonardo Bonucci came to him and shut his mouth tight.

http://www.mtv3.fi/urheilu/emfutis2012/uutiset.shtml/2012/06/1568107/balotellin-ei-tarvitse-ratkaista-ongelmiaan-vaan-auttaa-joukkuetta

Emotion release. That's what probably Balotelli wanted to do. He was just too tired of those Irish supporters insulting him racially, and by the time he scored a goal, he burnt in fury.

Thank God Bonucci came to 'help' him. Dispelled Balotelli from bursting bad words was the same as saved him from further troubles.

It was friendship that moved Bonucci.
It was for nation's sake that initiated him.
I honor such moments